Apa?! Kamu Tak Punya Mimpi?

Do not make my dreams evaporate, my Allah. Who will care about my dreams if not me. I always remember, it were built only by myself, everyone else just helping me to make them come true. It was utterly infuriating if what I do was be failed. But I do not be scared that I can not do better than ever before. I trusted my live always gives me second chance, called tomorrow. Allah, assist me to do not give up attempting to realize them.

Saya percaya dengan mimpi. Sepercaya saya akan ada kemudahan setelah kesulitan. Mungkin sebagian orang menganggap mimpi hanya ada saat tidur dan hilang saat bangun- yang biasanya disebut dengan bunga tidur yang tak bermakna. Tapi bagi saya mimpi adalah harapan dan bunga hidup.
1. Harapan. Harapan untuk bisa melakukan lebih dan lebih kebaikan yang bisa kita sebarkan ke semua orang. Entah akan disambut dengan baik ataukah justru sebaliknya. Tapi itu bukanlah menjadi persoalan penting. Karena kebaikan dan keburukan itu selalu relatif dan tak bisa ditakar atau difikir. Yang menjadi hal pentingnya adalah selalu menebar kebaikan yang menghasilkan kebahagiaan. Kebahagiaan untuk yang menebar dan -syukur alhamdulillah kalau bisa juga- untuk yang disebari.
2. Bunga hidup. Bisakah membayangkan jika kita menanam tanaman yang tak pernah tumbuh bunga (kecuali untuk tanaman tertentu yang hanya muncul daun saja)? Bagi saya itu tidak ada indahnya dan tidak ada menariknya. Seperti itulah mimpi. Mimpi membuat hidup ini indah, menarik dan bermakna. Mimpi akan mengajarkan kita banyak hal. Kerja keras, kesabaran, kedisiplinan, dan hal positif lain yang merupakan elemen berkehidupan kita. Kalau kata Paulo Coelho (The Alchemist) kurang salah benarnya seperti ini: 'yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan.' Dan 'bermimpilah maka alam akan turut serta mengabulkannya.' Gimana? Ada benarnya juga kan?
Intinya, jangan takut untuk bermimpi. Takutlah jika tak punya mimpi. Jangan pernah bilang tak punya mimpi. Apa?! Kamu tak punya mimpi?