Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Perempuan Di Balik Senja

angin masih bertiup menerpa gelungan rambutmu. mempermainkannya seakan tak punya rasa sopan. kau tersenyum simpul di sudut bibirmu yang tipis. simbol ketegasan akan bicaramu yang kadang ngracau tapi memikat. kulihat sosok tenangmu di kejauhan sana. sudut terjauh yang tak kan pernah kau lihat bahkan untuk kau toleh. dan angin masih tetap mencabik-cabik gelungan rambutmu. andai bayangmu dapat merasa, dia kan tak tega melihat sang empu tak rapi rambutnya. dia kan merapikannya, melilitnya dengan bersama gelungan rambutmu yang lain. tapi bayang tak dapat bergerak berlawanan dengan ragamu. karena bayang adalah teman mati tersetiamu.
"Bolehkah aku bermain denganmu?," ucapmu saat kau lihat anak kecil bermain sendirian mengobrak-abrik pasir tak jauh darimu berdiri.
"Silahkan," jawabnya polos. sepolos dirimu saat pertama kumengenalmu dulu.
tumpukan pasir yang halus tapi rapuh, kau sulap jadi gundukan yang indah dan kokoh dengan teman barumu. kalian tertawa dan …